Kesehatan gusi sering kali terlupakan karena kita cenderung terlalu fokus pada kebersihan gigi (agar putih dan tidak berlubang). Padahal, gusi adalah fondasi utama yang menopang gigi kita. Gusi yang mudah berdarah biasanya merupakan tanda awal radang gusi atau gingivitis.
Berikut adalah panduan lengkap tips kesehatan harian untuk menjaga gusi tetap kuat, sehat, dan tidak mudah berdarah:
1. Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Banyak orang mengira menyikat gigi dengan keras akan membuatnya lebih bersih, padahal ini adalah penyebab utama gusi menyusut dan berdarah.
- Gunakan Bulu Sikat Lembut (Soft): Bulu sikat yang keras dapat melukai jaringan gusi yang sensitif.
- Metode 45 Derajat: Arahkan bulu sikat membentuk sudut 45 derajat menuju garis gusi. Lakukan gerakan melingkar kecil secara perlahan, bukan gerakan maju-mundur yang kasar.
- Sikat Dua Kali Sehari: Pastikan Anda menyikat gigi sebelum tidur untuk memastikan bakteri tidak berkembang biak sepanjang malam.
2. Flossing: Ritual yang Tidak Boleh Terlewat
Sikat gigi hanya mampu menjangkau sekitar 60% permukaan gigi. Sisanya, yaitu di sela-sela gigi, hanya bisa dibersihkan dengan benang gigi (flossing).
- Plak yang menumpuk di sela gigi akan mengeras menjadi karang gigi (tartar) yang memicu iritasi gusi.
- Lakukan flossing setidaknya satu kali sehari untuk mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau sikat.
3. Perhatikan Asupan Nutrisi (Vitamin C dan K)
Gusi yang mudah berdarah bisa menjadi indikasi kekurangan vitamin tertentu:
- Vitamin C: Membantu jaringan ikat gusi tetap kuat dan mempercepat penyembuhan. Anda bisa mendapatkannya dari jeruk, stroberi, atau paprika.
- Vitamin K: Berperan penting dalam proses pembekuan darah. Kurangnya Vitamin K membuat gusi lebih rentan berdarah saat terkena sedikit tekanan.
4. Gunakan Obat Kumur Tanpa Alkohol
Pilihlah obat kumur yang mengandung antiseptik alami atau yang dirancang khusus untuk kesehatan gusi. Hindari obat kumur dengan kandungan alkohol tinggi karena dapat membuat mulut menjadi kering, yang justru memperburuk kondisi peradangan gusi.
5. Tetap Terhidrasi dan Kurangi Gula
- Air Putih: Minum air putih membantu membersihkan sisa makanan dan meningkatkan produksi air liur (saliva) yang berfungsi sebagai pembersih alami mulut.
- Batasi Gula: Bakteri penyebab radang gusi sangat menyukai gula. Kurangi camilan manis dan lengket yang dapat memicu pembentukan plak secara cepat.
6. Berhenti Merokok
Merokok sangat buruk bagi kesehatan gusi karena mengurangi aliran oksigen dalam darah. Hal ini membuat gusi yang terinfeksi sulit untuk sembuh dan lebih rentan terhadap penyakit periodontitis yang lebih parah.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Jika gusi Anda tetap berdarah meski sudah melakukan perawatan di atas selama 7–10 hari, segera temui dokter gigi. Bisa jadi terdapat tumpukan karang gigi yang sudah mengeras dan hanya bisa dibersihkan melalui prosedur scaling.





